Yang di tunggu akhirnya datang juga; eMoney berbasis nomor ponsel dari Bank Central Asia.
Bukan menunggu karena ingin menggunakan secara rutin. Tapi, sekedar ingin tahu pendekatan seperti apa yang mereka tawarkan.
Sempat menduga saya akan langsung antipati. Ternyata dugaan saya salah. Paling tidak, saya menemukan hal berbeda dengan dua emoney yang pernah saya coba sebelumnya: rekening
Friday, October 2, 2015
Thursday, August 27, 2015
Masalah Pembobolan ATM
Selama punya rekening di bank baru kali saya merasa sedikit khawatir. Kekhawatiran itu muncul setelah saya membaca berita mengenai pembobolan ATM beberapa hari lalu.
Meski saya bukan pemilik rekening gendut, tapi modus kali ini cukup membuat saya menarik nafas.
Polda Metro Jaya berhasil menangkap komplotan pelaku pembobolan ATM nasabah yang di perjualbelikan secara online. Kabarnya, ada
Meski saya bukan pemilik rekening gendut, tapi modus kali ini cukup membuat saya menarik nafas.
Polda Metro Jaya berhasil menangkap komplotan pelaku pembobolan ATM nasabah yang di perjualbelikan secara online. Kabarnya, ada
Monday, August 10, 2015
Survey: Kepemilikan Rekening Bank
Jadi begini bray… ceritanya saya ingin tahu berapa banyak rekening tabungan di bank yang di miliki masing-masing netizen Indonesia . Mungkin ini terlalu kepo kali ya, gapapa sih kalo ada yang bilang kepo juga hehe…
Kalo saya tanya terbuka mungkin akan sulit dapat jawaban dari teman-teman, saya bisa ngerti akan hal itu.
Nah, kali ini saya buat sebuah survey online. Tujuannya untuk
Kalo saya tanya terbuka mungkin akan sulit dapat jawaban dari teman-teman, saya bisa ngerti akan hal itu.
Nah, kali ini saya buat sebuah survey online. Tujuannya untuk
Thursday, August 6, 2015
Rekening Bank untuk Jual Beli Online
Saya pernah melakukan semacam “investigasi” pada puluhan (bahkan kalau ditotal mungkin mencapai seratus-an) pedagang online Indonesia. Yang saya periksa adalah alat pembayaran yang mereka gunakan.
Pedagang online yang saya maksud adalah para pemilik toko online, seller di FJB Kaskus, serta mereka yang memanfaatkan facebook sebagai sarana menjual barang.
Dari pengamatan itu saya melihat
Pedagang online yang saya maksud adalah para pemilik toko online, seller di FJB Kaskus, serta mereka yang memanfaatkan facebook sebagai sarana menjual barang.
Dari pengamatan itu saya melihat
Tuesday, July 28, 2015
Saldo BRI Berkurang, Ketahui Berbagai Potongan ini
Saya tidak tahu apakah anda termasuk orang yang mengeluh saldo tabungan di BRI berkurang. Jika memang benar adanya, saya cuma bisa mengucapkan: selamat menikmati hehe…..
Beberapa teman yang sempat ngasih komentar di blog ini mengeluh demikian. Ada juga yang bertanya mengenai jenis transaksi apa saja yang menimbulkan biaya.
Semula saya mengira transaksi yang menimbulkan biaya itu tidak jauh
Beberapa teman yang sempat ngasih komentar di blog ini mengeluh demikian. Ada juga yang bertanya mengenai jenis transaksi apa saja yang menimbulkan biaya.
Semula saya mengira transaksi yang menimbulkan biaya itu tidak jauh
Monday, July 27, 2015
Nyoba BII Net Mobile Banking Android
Ceritanya saya punya android baru bray (pamer deh gue wkwkwk..….), saya install dong satu persatu aplikasi yang biasa saya pake di Hape lama. Nah ketika masuk pada giliran install aplikasi perbankan, di google playstore ada APK BII Net Mobile banking.
Sempat ada tanda tanya dalam hari: aplikasi apalagi ini?. Pertanyaan kayak gitu muncul karena saya tahu BII Maybank sudah punya aplikasi
Sempat ada tanda tanya dalam hari: aplikasi apalagi ini?. Pertanyaan kayak gitu muncul karena saya tahu BII Maybank sudah punya aplikasi
Monday, July 6, 2015
Review: Hotel Greenhost Yogyakarta
Saya selalu pengen mencoba menginap di hotel-hotel baru yang lagi happening. Masalahnya, agak susah untuk hotel di kota Jogja, Malang, atau Surabaya. Lha ibu dan adik saya ada rumah di
Pilihan saya jatuh ke Hotel GreenHost di daerah Prawirotaman. Sebenarnya inceran saya ada dua: Hotel LOKAL di daerah Gejayan, atau hotel ini. Tapi karena tarifnya lebih murah hotel GreenHost (400 ribuan termasuk pajak), ya sudahlah nanti coba Hotel Lokal lain kali kalau ada rezeki.
![]() |
| Tampak Depan |
![]() |
| Lobi |
![]() |
| Lobi |
Sesuai namanya, hotel GreenHost ini benar-benar green, hijauuuuuu di mana-mana. Tampak depannya dihiasi dengan tanaman rambat dan pot-pot kecil, jadi gampang dibedakan dari bangunan sekitarnya. Hotel ini nylempit di jalan Prawirotaman 2 No. 629. Kalau dilihat di Google Map, nama jalannya Jl Gerilya, satu blok dari jalan Prawirotaman dan Jl Tirtodipuran. Hotel ini juga berada di jalan yang sama dengan hotel Gallery Prawirotaman yang lebih besar dan sudah lebih populer.
Sebelum menginap, saya sudah mengintip website mereka. Desain kamarnya bisa kita pilih, tentu sesuai persediaan ya. Saya memilih kamar Studio Kita 1, dengan dinding plesteran tanpa cat dan dekor dari benda-benda daur ulang. Kami pesan dua kamar, tapi tidak ada kamar connecting-nya, jadi kamar saya dan kamar anak-anak sebelah-sebelahan. Kenapa saya pesan dua kamar? Karena nganu, biar nggak berdesak-desakan, Big A kan sudah besar :) Dan toh pesan dua kamar harganya gak mahal. Kalau untuk keluarga dengan anak 1, cukup pesan 1 kamar saja.
![]() |
| Little A, cousin K, and Big A |
Cek in cepat dan efisien. Kami langsung diberi dua kunci untuk dua kamar di lantai 3. Kamar yang kami dapatkan persis sama dengan foto yang saya lihat di website. Saya suka desainnya yang unik. Lantainya dari kayu dan dindingnya cukup plesteran saja, tanpa cat. Kasurnya cukup nyaman dan luas untuk kami berdua. Lha iya wong anak-anak kami suruh tidur di kamar mereka sendiri :)) Dari jendela kacanya yang lebar dari lantai sampai atap, kami bisa mengintip rumah-rumah kampung tetangga sebelah. Di area luar, di bawah jendela-jendela ini ditanami sereh. Hijau yang menyejukkan mata.
Kamar mandinya cukup luas dengan dinding kaca, jadi bisa diintip dari kamar. Tapi kalau nggak mau diintip ada kordennya kok ;) Toiletries-nya saya suka, terutama sabun serehnya. Sayangnya pas di kamar saya pasta giginya nggak ada, dan sikat giginya hanya satu. Mungkin terlewat ya housekeeping-nya. Tisunya juga habis. Waktu itu ada masalah dengan flush toilet-nya, tapi segera diperbaiki oleh petugas begitu kami menelepon resepsionis. Oh, ya, lantai kamar mandinya lumayan licin karena dari tegel biasa.
TV di kamar saya juga bermasalah, ada suara mbrebet-nya gitu. Lengkap deh seirama dengan suara karburator AC yang cukup kencang. Tapi di kamar anak-anak TV-nya lancar. Sayangnya channel-nya nggak lengkap, hanya ada HBO Hits, Fox Sport, Disney Junior, Nat Geo People dan Animal Planet. Ukuran lengkap bagi saya sih ada channel Disney (bukan junior) dan Nickelodeon biar anak-anak anteng :D
Wifi di lantai 3 juga lemah. Ini yang bikin bete Si Ayah karena harus mengerjakan PR. Akhirnya dia ke bawah. Untungnya di bawah wifi-nya lumayan kenceng. Standar kepuasan wifi kami, selemah-lemahnya sama lah ya dengan kecepatan internet di rumah. Kalau enggak, Si Ayah bakalan cranky :p
Kami menginap di sini pas bulan puasa, jadinya tidak sempat mencoba kolam renangnya. Dari segi desain, kolam ini cukup bagus, terletak di tengah hotel, jadi semua kamar bisa mendapat view ke kolam renang. Kolam menyatu dengan lobi depan, plus dekorasi unik yang instagrammable. Tapi kalau dari segi kepraktisan, agak gimana gitu kalau berenang di sebelah restoran tanpa pembatas yang jelas. Gak nyaman kan kalau berenang dilihatin orang-orang yang sedang makan? Solusinya mungkin berenang bukan saat jam makan.
Di bulan puasa, hotel ini menyediakan makan sahur sebagai pengganti sarapan. Menunya sederhana, nasi goreng, mi goreng, ca sawi, tahu, ayam goreng, kerupuk, roti putih dan roti gandum, mentega dan selai, sereal dan minumannya biasa teh, kopi dan air putih. Sayangnya tidak tersedia pilihan buah potong segar. Adanya hanya jeruk dan salak. Saya agak kecewa karena setiap sahur kami selalu makan buah segar. Saya nggak tahu menu sahur ini sama atau tidak dengan menu sarapan. Ketika kami makan sahur memang tamunya nggak banyak, hanya ada beberapa keluarga.
![]() |
| Peta lokasi hotel Greenhost. Klik untuk memperbesar. |
Lokasi hotel ini juga sangat strategis, di daerah Prawirotaman yang lebih terkenal sebagai kampung bule. Di sini banyak pilihan restoran yang nge-hits, antara lain Via Via, Nanamia Pizzeria, dan Warung Bu Ageng milik seniman Butet Kertaredjasa. Kita juga bisa mampir di toko Cokelat Monggo untuk membeli oleh-oleh yang letaknya persis di depan Warung Bu Ageng. Untuk review tempat-tempat makan, terutama di Jogja, cus langsung ke blog Diladol si food blogger: kokidol.blogspot.co.id. Jangan lupa follow instagram-nya juga di instagram.com/diladol. Kalau memang main di daerah sini, sempatkan untuk mampir ke Ark Gallerie di jalan Suryodiningratan 36A. Kalaupun nggak begitu ngerti seni, minimal bisa foto di tangga Ark untuk update instagram ;)
Daerah Prawirotaman dan sekitarnya ini bisa dijelajahi dengan naik becak, tinggal manggil tukang becak yang nongkrong di depan hotel. Tarifnya sekitar 15-20 ribu untuk jarak dekat.
Dari hotel menuju stasiun Tugu, kita bisa naik taksi, minta ditelponkan resepsionis. Sayangnya taksi di Jogja tidak sebagus di Surabaya, kadang dapat sopir dan mobil yang bau rokok, kadang ada sopir yang nggak mau pakai argo. Waktu itu kami naik taksi Sadewa, dengan argo, dari hotel sampai ke Tugu cukup bayar 25 ribu.
~ The Emak
Follow @travelingprecil
Subscribe to:
Posts (Atom)
















